PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP EKONOMI MANAJERIAL
Disusun oleh: Nizar Rasyid Aridien (202102P003)
Di tengah persaingan yang semakin sengit seperti sekarang ini sangat diperlukan penekanan yang lebih pada produktivitas dan efisiensi kerja. Para pengusaha dan manajer diharapkan mampu memahami kondisi yang terjadi saat ini, dan diharapkan mampu menerapkan prinsip usaha yang efektif dan efisien agar keputusan yang dibuat menjadi tepat dan optimal. Salah satu hal penting yang perlu dipahami adalah pengetahuan akan ekonomi manajerial.
Ekonomi manajerial merupakan
penerapan prinsip-prinsip ekonomi di dalam dunia manajemen. Manajer sebagai
pengambil keputusan dan sebagai role model di dalam sebuah perusahaan sangat
membutuhkan pengetahuan dan seni akan ekonomi serta manajemen agar keputusan
yang dibuatnya tepat dan optimal. Sehingga perusahaan yang dipimpin mengalami
kemajuan dan berkembangan dengan penekanan pada efisiensi dan efektivitas
kerja.
Menurut Arsyad (2012) prinsip
ekonomi manajerial berkenaan dengan bagaimana mengalokasikan sumber daya-sumber
daya yang langka secara efisien. Pappas (1992) menyatakan bahwa, ekonomi
manajerial adalah penerapan teori dan metode ekonomi dalam pembuatan keputusan
di dunia bisnis dan manajemen. Secara lebih khusus, ekonomi manajerial
menggunakan teori-teori ekonomi mikro dan makro serta peralatan statistika
ekonomi dan teknik-teknik pengambilan keputusan dalam menganalisis dan
memecahkan masalah-masalah manajerial.
Salvator (2005) menyatakan bahwa
ekonomi manajerial merupakan aplikasi teori ekonomi dan perangkat analisis ilmu
pengambilan keputusan untuk membahas bagaimana suatu organisasi mampu mencapai
tujuan dengan cara yang paling efisien. Douglas (1992) mendefinisikan ekonomi
manajerial sebagai cabang ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan prinsip metode
ekonomi dalam proses pengambilan keputusan dalam perusahaan. Pengertian ini
mempunyai makna bahwa ekonomi manajerial menggabungkan teori ekonomi dan
ilmu-ilmu pengambilan keputusan (decision sciences) dalam pembuatan
keputusan manajerial seperti yang disajikan dalam Gambar 1.1.
Ekonomi Manajerial menerapkan
prinsip-prinsip dan metodologi ekonomi yang dibutuhkan oleh para eksekutif dan
pebisnis dalam mengambil keputusan bisnis. Ekonomi Manajerial banyak
memfokuskan pada aplikasi atau penerapan teori-teori ekonomi mikro (microeconomic
theory) sehingga ekonomi manajerial sering disebut juga sebagai ekonomi
mikro terapan (applied microeconomics). Meskipun disebut sebagai ekonomi
mikro terapan, penerapan ekonomi makro juga digunakan pada ekonomi manajerial,
tetapi dengan bobot yang lebih kecil.
Ekonomi Mikro memusatkan
perhatian secara individual kepada perilaku para produsen, para konsumen, dan
para pemilik faktor produksi atau pemilik sumber daya. Ekonomi Mikro membahas
cara kerja industri secara individual dan membahas perilaku unit-unit pengambil
keputusan ekonomi secara individual seperti perusahaan bisnis dan rumah tangga
sebagai pemilik faktor-faktor produksi.
Berikut ini merupakan contoh keputusan perusahaan berkaitan dengan ekonomi
mikro seperti, bagaimana metode proses produksi yang akan diterapkan, berapa
banyak input yang dibutuhkan, berapa banyak tenaga kerja akan direkrut, dilatih,
atau yang akan di kurangi, dan berapa banyak tingkat produksi (Quantity Supplied/QS)
dan berapa biaya produksi yang efektif dan efisien, serta berapa harga jual (Price/P)
produk.
Ekonomi mikro juga mengamati
secara individu, menganalisis, perilaku dan keputusan rumah tangga. Berikut ini merupakan tindakan ekonomi mikro,
yaitu berapa banyak pendapatan (insentif) konsumen yang akan diterima bulan
ini, apa yang akan di beli konsumen sehingga kepuasan maksimal, berapa
pendapatannya yang akan di belanjakan dan yang akan ditabung, dan sebagainya.
Pertanyaan lain yang berhubungan dengan ekonomi mikro adalah siapa yang akan
mendapatkan produk-produk yang telah diproduksi, mengapa keluarga si A lebih banyak
mengkonsumsi sayur dibanding keluarga si B, berapa banyak jumlah produk yang harus
diproduksi perusahaan A agar keuntungan maksimal, mengapa beberapa pekerjaan di
bayar lebih mahal dari pada yang lain, mengapa sewa tanah di lokasi tertentu
lebih murah atau lebih mahal, dan sebagainya.
Ekonomi makro membahas
perekonomian secara agregat atau keseluruhan, dan berhubungan dengan suatu
bangsa misalnya income per kapita suatu bangsa, pertumbuhan ekonomi
suatu negara, pendapatan nasional Indonesia, Gross Domestic Product
(GDP), kebijakan ekonomi pemerintah, tingkat inflasi Indonesia pada tahun 2015,
tingkat pengangguran di Kuala Lumpur tahun 2015, neraca pembayaran, krisis
global, melemah atau menguatnya kurs mata uang China, dan sebagainya.
Ilmu keputusan terdiri dari
perangkat matematika ekonomi dan ekonometrik (statistika ekonomi) untuk
membentuk dan mengestimasi model keputusan yang ditujukan untuk menentukan
perilaku optimum perusahaan yaitu mencapai tujuannya dengan cara yang paling
efisien. Matematika ekonomi digunakan untuk memformulakan (menggambarkan dalam
bentuk persamaan) model ekonomi yang dipostulatkan dalam teori ekonomi.
Ekonomi manajerial merupakan
metode ilmu ekonomi yang berangkat dan berpijak pada ilmu ekonomi positif yaitu
berangkat dari kenyataan dengan memperhatikan perilaku dan operasi suatu sistem
ekonomi. Akan tetapi penekanan ekonomi manajerial lebih banyak pada metode ilmu
ekonomi normatif, yaitu ilmu ekonomi kebijakan yang memperhatikan perilaku
ekonomi (menilai) dan mempertanyakan apakah hal tersebut baik atau buruk dan
kalau buruk apakah bisa diperbaiki lagi (merumuskan arah tindakan), menerapkan
aturan aturan dan prinsip-prinsip yang akan diterapkan dalam mengambil
keputusan agar mencapai keuntungan yang optimum dan tujuan yang diinginkan.
Berdasarkan penjelasan di atas,
maka ekonomi manajerial (managerial economics) adalah proses menerapkan
teori ekonomi yang meliputi ekonomi mikro dan ekonomi makro serta menerapkan
alat pengambil keputusan yang meliputi matematika ekonomi dan statistika
ekonomi (ekonometri) sehingga mampu menghasilkan keputusan yang optimal dengan
cara yang paling efisien. Maksud definisi ekonomi manajerial dijelaskan pada
Gambar 1.1.
Pada umumnya setiap perusahaan
dan setiap usaha memiliki keterbatasan khususnya keterbatasan dana,
keterbatasan sumber daya manusia yang unggul, keterbatasan lahan, keterbatasan
material dan lain sebagainya. Di tengah keterbatasan tersebut para pengusaha
diwajibkan membuat keputusan yang cepat, tepat, dan optimal. Keputusan yang
sering dibuat manajer misalnya memutuskan apa yang akan diproduksi, berapa
banyak jumlah produk yang diproduksi, berapa banyak input yang dibutuhkan
seperti berapa banyak modal, tenaga kerja, bahan baku, mesin, memutuskan teknik
produksi yang paling efisien, hingga masalah investasi dan pendanaan yang
digunakan agar proses produksi berjalan dengan cepat dan biaya seminimal
mungkin, yang tujuannya agar mampu menghasilkan laba yang optimal.
Keputusan
bisnis yang efektif harus dimulai dari identifikasi secara tepat apa yang
menjadi masalah bisnis. Masalah bisnis dapat didefinisikan sebagai deviasi atau
ketimpangan di antara kinerja bisnis yang terjadi dengan kinerja bisnis yang
diharapkan. Apabila masalah bisnis telah dapat diidentifikasi, seperti: penjualan
menurun, biaya produksi meningkat, produktivitas input tenaga kerja dan modal
menurun, keterampilan manajerial rendah, dan lain-lain, maka berbagai informasi
penting berkaitan dengan masalah itu perlu dikumpulkan. Informasi harus
dikumpulkan berdasarkan analisis kualitatif yang didasarkan pada intuisi dari
para manajer atau pengalaman bisnis yang telah dimiliki selama ini, dan
analisis kuantitatif yang berdasarkan pada fakta atau data aktual.
Dengan memanfaatkan konsep-konsep
dan teknik-teknik yang biasa digunakan dalam teori ekonomi yang meliputi
ekonomi mikro dan makro dan teori pengambilan keputusan, maka diharapkan
keputusan para manajer menjadi lebih efektif dan efisien. Oleh karena itu agar
keputusan yang dibuat seorang manajer optimal, maka manager harus memiliki
pengetahuan yang luas di bidang ekonomi dan di bidang alat pengambil keputusan
seperti menguasai dan mampu membuat model dan perhitungan matematika ekonomi
dan statistika ekonomi dengan bantuan kalkulator, software komputer
seperti Microsoft Excel, SPSS.
Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa aplikasi
ekonomi manajerial akan semakin penting pada semua sektor usaha. Para manajer
diharapkan menyadari bahwa keputusan-keputusan manajemennya selalu membutuhkan
analisis dari sudut pandang ilmu ekonomi. Dengan menggunakan alat dan konsep ekonomi
termasuk ekonomi manajerial maka keputusan yang diambil dapat lebih optimal
mengingat keterbatasan sumber daya. Patut dicatat bahwa konsep-konsep ekonomi
dan ekonomi manajerial tidak terbatas dipergunakan hanya oleh lembaga atau
perusahaan yang berorientasi profit akan tetapi konsep-konsep ekonomi
dan ekonomi manajerial relevan untuk dipergunakan di perusahaan yang non-profit.

Komentar
Posting Komentar